Aksi Komunitas yang Menjaga Cagar Alam Pegunungan Cycloop

Category: Dokument | Posted date: 2019-01-05 16:19:55 | Updated date: 2019-01-05 16:34:36 | Posted by: Isak


berita


Aksi Komunitas yang Menjaga Cagar Alam Pegunungan Cycloop

Aksi Komunitas yang Menjaga Cagar Alam Pegunungan Cycloop


Jakarta - Pelestarian Cagar Alam Pegunungan Cycloop melalui berbagai upaya nyata mendapat apresiasi. Salah satunya dilakukan para komunitas ini.

Menurut Bupati Jayapura Mathius Awoitauw sebagaimana dilansir Antara, Pegunungan Cycloop telah dilindungi oleh pemerintah pusat dengan menjadikannya sebagai Cagar Alam Cycloop. Karena di dalamnya terdapat tumbuhan dan hewan endemik, serta memiliki keunikan tersendiri. 

Mereka tergabung dalam tim kreatif yang menggelar Festival Cyloop 2018 di Pantai Pasir 6, Distrik Ravenirara. 

"Terima kasih untuk para komunitas warga, anak-anak muda yang tergabung dalam tim kreatif Festival Cycloop 2018, yang dengan penuh semangat dan dedikasi untuk gaungkan perlindungan Cagar Alam Cycloop," kata Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, Minggu (9/12/2018).

Dengan demikian sudah menjadi suatu keharusan, semua pihak yang merasakan manfaat Cagar Alam Cycloop harus bergandengan tangan untuk melindunginya dari berbagai kerusakan. Karena, Cycloop merupakan sumber air bagi warga di kota dan Kabupaten Jayapura.
"Kerusakan Cycloop akan mengganggu dan mengancam kehidupan kita semua, sehingga apa yang digagas oleh teman-teman muda, para komunitas, atas nama Pemerintah Kabupaten Jayapura. Saya memberikan apresiasi dan terima kasih, karena semangat, kreatifitas yang luar biasa, mengkampanyekan perlindungan Cycloop," katanya.

Mathius sangat berterima kasih kepada para komunitas dan para pemangku kepentingan. Mereka mulai dari instansi pemerintah hingga Lima Dewan Adat Suku Sentani yang menyelenggarakan kegiatan tersebut.

"Ini sebenarnya tugas pemerintah tapi sudah digaungkan dan dilaksakan oleh para komunitas, kedepannya kita harus bersinergi untuk menggelar kegiatan ini," kata Mathius.

Secara terpisah, Rhidian Yasminta Wasaraka selalu koordintor tim kreatif Festival Cycloop 2018 mengatakan kegiatan tersebut sudah terlaksana dengan lancar dan aman. Kegiatannya pada 6-8 Desember 2018.

"Festival Cycloop diawal dengan FGD pada 6 Desember 2018, konvoi kendaraan pada 7 Desember 2018 dan acara puncak tari-tarian dan lainnya di Pasir 6 pada Sabtu (8/12) kemarin," katanya.

Ia mengungkapkan kegiatan itu bisa terselenggara karena peran dari para anak muda yang terdiri dari berbagai komunitas, seperti dari Forum Komunitas Jayapura, Silva Ottow Geisler, IOF Pengda Papua, USAID Lestari, dan LMR RI Wilayah Papua.

Selain itu, ada pula para jurnalis di Kota Jayapura dan sekitarnya, komunitas buta tuli Jayapura, komunitas Clean and Clear The City Jayapura, Earth Hour komunitas Jalan-jalan Sore dan para komunitas motor lainya.

"Ada juga dari mitra masyarakat Polhut atau MMP, DAS Sentani, RRI, Rock FM dan lainnya. Kami juga didukung penuh oleh Korem 172/PWY, Yonif RK 751, PLN, PDAM Jayapura, Telkomsel, Pertamina, USAID Lestari, dan BBKSDA Papua," katanya.

Pada puncak kegiatan Festival Cyloop di Pasir 6, Distrik Ravenirara, Kabupaten Jayapura, Bupati Jayapura Mathius Awaitauw, Ketua LMR RI Wilayah Papua Imam Syafei, Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf Parinussa dan staf ahli gubernur Papua ANie Rumbiak nampak hadir.

Dalam acara puncak itu, disuguhkan berbagai tarian adat dari lima DAS Sentani, stand up comedy, tarian bendera dari Yonif RK 751, pembacaan puisi dan teater Cenderawasih oleh wakil komunitas dan hijabers Jayapura serta aksi sasi atau pelarangan perusakan Cagar Alam Cycloop oleh tua-tua adat DAS Sentani.

Wisata pantai Pasir 6 secara administratif terletak di Distrik Ravenirara, Kabupaten Jayapura. Akan tetapi akses jalanya sendiri melalui Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.